Senin, 30 Agustus 2010

Jalan Menuju Kesuksesan



Musim puasa sudah dekat. Begitu lebaran tiba, akan ada banyak orang yang pergi menempuh perjalanan yang jauhnya relatif. Orang yang ingin jalan menuju kesuksesan dapat diibaratkan sebagai orang yang ingin menempuh perjalanan jauh. Dalam menempuh suatu perjalanan, ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan. Faktor itu adalah:

1. Tujuan

Apakah ada orang yang datang ke bandara dan ketika ingin membeli tiket ke mana, dia Cuma menjawab “ke mana aja deh, yang penting ke luar negri!” Rasanya hampir tidak ada atau bahkan tidak ada sama sekali. Demikian juga dengan orang yang mau sukses. Kalau kita mau sukses, ditanya mau sukses seperti apa, dan jawaban kita “ya nggak tau, yang penting sukses deh!” artinya kita belum mengetahui makna kesuksesan itu sendiri.



Yang mana definisi kesuksesan kita? Sebagian orang mengatakkan mereka sukses bila mereka memiliki banyak teman, lainnya mengatakkan dirinya sukses bila mereka memiliki keluarga yang baik, dan sebagian besar mengatakkan mereka sukses bila mereka memiliki banyak uang. Sukses tidak selalu berarti kita harus memiliki banyak uang, dll. Perlu diingat bahwa kitalah yang memberikan definisi sukses kepada diri kita sendiri.Yang saya tahu semua oang ingin menjadi sukses. Tetapi, kali ini saya akan membahas tentang kesuksesan financial.



2. Barang yang harus dibawa

Apa yang akan kita bawa tergantung dari negara tujuan kita. Kalau kita pergi ke Moskow atau Pyongyang yang dinginnya minta ampun dan menggunakan kaos kutang, celana boxer, dan sendal jepit dapat dipastikan kita mati kedinginan begitu kita sampai disana.



Sebaliknya, bila kita pergi ke Jakarta menggunakan mantel bulu setebal lima centi, kita akan tewas kepanasan atau dirampok.



Bagaimana dengan kesuksesan kita? Kita harus menyiapkan strategi yang disertai dengan pengetahuan akan orang-orang di negara tujuan kita. Saya lebih suka menyebutnya rencana. Dalam perencanaan, MINIMAL kita harus membuat tiga strategi dan sikap ABCDE. Sikap ABCDE sudah dibahas di artikel sebelunya.



Strategi alpha adalah rencana bila segala sesuatunya berjalan mulus, strategi beta adalah strategi yang akan digunakan bila strategi alpha kita gagal sebagian. Strategi Beta adalah tindakan preventif yang ditempuh supaya kegagalan tersebut dapat ditangulangi segera dan tidak menyebar luas. Sedangkan strategi omega adalah rencana bila segala sesuatunya gatot alias gagal total. Kita harus mempersiapkan rute untuk kabur. Seperti kata pepatah kuno “To flee and fight in another day.” Untuk bertahan hidup dan berusaha lagi di kemudian harinya.



Rencana yang tepat akan membantu kesuksesan kita. Sedangkan rencana yang keliru akan membunuh kita. Rancang rencana anda dengan matang. Jangan ikut-ikutan rencana orang yang sudah sukses kemudian mencontoh rencana itu mentah-mentah. Nanti bisa sama dengan memakai baju renang di puncak Mount Evrest jadinya. Sebelum sampai, anda akan sakit duluan dan mundur.


3. Transportasi

Kita punya barang bawaan (rencana), lalu kini tiba saatnya untuk meilih kendaraan kita. Sama halnya dengan barang bawaan kita yang disesuaikan dengan iklim dan kondisi geografis daerah tujuan, kendaraan yang tepat sangat dibutuhkan dalam mencapai kesuksesan.



Apabila kita bilang kita ingin menggunakan Bajaj untuk pergi ke pasar, okelah. Tapi plis deh, jangan gunakan Bajaj terrsebut untuk menyeberangi Samudra Atlantik. Jaminan mutu kita diomeli supir Bajajnya karena dianggap gila (buat nyebrang selat Sunda aja nggak bisa, masa nyebrang samudera??).



Gunakan kapal laut atau pesawat terbang untuk meyeberang selat tersebut, ups maksudnya samudera. Begitu sampai di pelabuhan atau bkitara, jangan paksa pesawat atau kapal laut itu untuk masuk ke jalan raya. Gantilah dengan taksi, Bajaj, atau kendaraan lainnya sesuai dengan medan kita.



Kendaraan di medan yang sama juga memiliki berbagai keunggulan dan kekurangan. Misalakan sepeda, sewanya murah dan cocok untuk menikmati pemkitangan dengan santai. Sedangkan taksi apabila kita sedang lelah, ingin lebih nyaman, dan membayar lebih.



Dalam dunia financial, ada 3 kendaraan besar untuk menuju kesuksesan. Mereka adalah saham, real estate, dan bisnis. Ketiga-tiganya sangat penting bila kita mau kaya. Tanyakan ke diri anda “apa kendaraanku untuk esok?”



4. Nikmatilah

Banyak orang yang begitu sampai di tempat tidak menikmati tempat itu. Demikian juga dengan orang yang telah mencapai kesuksesan, banyak dari mereka yang menjadi kikir atau korup. Mereka dihantui rasa takut. Seharusnya tidak seperti itu bukan? Nikmatilah, anda berhak mendapatkannya!



5. Sovenir

Begitu kita mau pulang, jangan lupa untuk membawa sovenir bagi orang-orang yang anda kasihi. Bagilah pengalaman anda.



Bila anda mendapatkan banyak kesuksesan, berikanlah kembali kepada masyarakat. Akan ada suatu titik, dimana bila seseorang merasa dirinya sudah mencapai kesuksesan maka ia ingin menmbaas bdinya kepada masyarakat yang telah membantunya. Jangan berikan uang, tetapi berikan ilmu dan pendidikan.



Ingat, “Give a man a fish, you wil feed him for a day. Teach a man to fish, you will feed him for a lifetime.” Yang artinya berikan seseorang seekor ikan, maka anda akan memberinya makan untuk sehari. Ajarkan orang itu untuk memancing, dan anda akan memberinya makan untuk seumur hidup. Salam dahsyat!

Anda dapat melihat yang artikel lainnya di:
TDW Club - Jalan Menuju Kesuksesan

Arti Sebuah Janji

Sebelumnya, RATE dong, gan..

Sepenggal kisah di daerah timur sana, yang begitu nyata, bagaimana suatu JANJI benar-benar diikat pada perkataan dan hati.
Inilah ceritanya............


Malam mulai surut. Kabut tebal membuat pandangan tak dapat melihat keadaan sekitar dengan jelas. Tak ada api yang menyala. Semakin larut, dan tak jelas keadaannya.

Ketika iru, seorang pemuda terus gegabah akan suatu masalah. Pemuda dengan rambut ikal nya, berpakaian putih yang sudah kumuh dengan lumuran darah di beberapa titik bagiannya, dan tak tahu kan berkata apa dan bagaimana nasib nya dikemudian setelah ia membunuh salah satu pemuda di golongan lain. Terus berlari mencari tempat bersembunyi. Melalui kabut tebal, ia tak terlihat oleh orang-orang.

Setelah berlari jauh, ia menemukan suatu rumah dengan bangunannya yang sudah tua. Sepi di sekitarnya. Dan pemuda itu mencoba berlindung di rumah tua itu.

Dia mengetuk pintu berulang-ulang, dan seorang Kakek keluar dari rumah tersebut sembari bertanya, "Ada apa, nak? Sepertinya kau begitu gelisah. Semoga aku dapat menolongmu." Tukas sang Kakek dengan kerendahan hatinya.

Pemuda itu pun mulai mengeluarkan kata demi kata secara terbata sembari beradu dengan nafasnya yang terengah-engah. "Kek. Engaku harus menolongku." kata nya sambil memegang dada yang terus bernafas kencang.

"Aku akan menolongmu. Ada apa? Tenanglah sejenak dan ceritakan bagaimana keadaanmu." kata Kakek yang lembut.

Kemudian Pemuda itu masuk ke rumah dan menceritakan kejadiannya.

"Kek. Aku baru saja membunuh seseorang dari golongan lain. Aku terus diburu oleh anggota golongannya. Dan Aku tak tahu nasib ku bagaimana. Yang Aku inginkan adalah Aku dapat bebas dari buruan golongan itu dan dapat selamat dikemudian hari."

Sang Kakek pun berkata, "Aku tahu perasaanmu. Sekarang, Kau bersembunyi saja di rumah ini. Ruang kecil di bawah ranjang disana dapat dijadikan tempat bersembunyimu sementara. Aku yakin golongan itu akan datang kemari mencari Engkau." Saran Kakek sambil menunjukkan ranjang yang kan menjadi tempat persembunyian sang Pemuda.

Tak lama kemudian, segerombolan orang datang dengan membawa peti berisikan jenazah seorang pemuda dan mengetuk pintu rumah itu berulang-ulang. Sang Kakek pun bergegas membuka pintu dan berkata, "Ada apa ini?"

Segerombolan orang itu pun berkata, "Kek. Anak Kakek telah meninggal karena dibunuh oleh seorang pemuda berambut ikal dengan pakaian putih kumuh nya. Kami sudah mencari Pemuda itu. Hingga saat ini, belum ditemui jejak nya." Ungkap segerombolah orang itu yang ternyata mereka adalah golongan lain yang memburu Pemuda yang sedang besembunyi di rumah tersebut.

Sang Kakek pun berkata pada golongan itu, "Pergilah. Cari Pemuda itu di lain waktu. Aku telah ikhlas menerima Anak ku yang telah terbaring lemah di dalam peti ini." tukas nya lembut.

Kemudian, golongan itu mulai pergi. Sang Kakek pun membawa peti berisikan jenazah Anak ke dalam rumah. Kakek pun mendatangi Pemuda yang bersembunyi di bawah ranjangnya.

"Nak. Kau telah selamat dari perburuan golongan yang kau maksud. Sekarang, cepatlah pergi dari sini sebelum mereka kembali kesini dan mencari mu."

Sang Pemuda pun keluar dari tempat persembunyiannya dan berkata, "Terima Kasih, Kek. Semoga Engkau selalu mendapatkan kebaikan." kata Pemuda itu, dan kemudian pergi dari rumah tua seorang Kakek yang menolongnya meski Anak Kakek tersebut ternyata dibunuh oleh Pemuda itu.


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5156426

Jumat, 06 Agustus 2010

Pedang - Pedang Legendaris

1. Pedang Salahuddin Ayyubi


Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud. Sekarang pedang ini merupakan koleksi pribadi Shahhi family in the UAE.Harganya sekitar $555.000

2. The Sword of Goujian


Pedang ini merupakan harta negara dan mempunyai karisma setara dengan Pedang Excaliburnya King Arthur. Ketika ditemukan, pedang ini telah berusia kurang lebih 2000 tahun, tapi masih sangat tajam dan tidak berkarat. Terlebih lagi,terdapat pola berbentuk belah ketupat dan 11 lingkaran konsentris yang terletak hanya berjarak 0,2 milimeter dari hiltnya.

Material: perunggu.
Panjang: 55,6 cm (termasuk gagangnya)
Lebar: 5 cm.
Bilah pedang terbuat dari tembaga, membuatnya lebih lentur dan lebih kecil kemungkinannya untuk hancur; sisi pedang memiliki kandungan timah, membuatnya lebih keras dan mampu mempertahankan tepi tajam; sulfur mengurangi kemungkinan pudarnya pola-pola.

Pedang Goujian adalah salah satu contoh yang mengagumkan dari ilmu metalurgi terdahulu di Cina. Bahkan sekarang, pedangnya sendiri tidak mudah untuk direplikasi.

3. Pedang Zulfikar

Zulfiqar, pedang legendaris Ali ibn Abu Thalib. Dikisahkan, pada Perang Uhud (625 M) Rasul Muhammad SAW menghadiahi Zulfiqar kepada Ali, menantunya, dan dengan pedang itu Ali menaklukkan musuh terberatnya, Amr ibn Abdawud, menghancurkan sekaligus helm dan perisainya. Zulfiqar kemudian digunakan Husayn ibn Ali, cucu Rasul, yang gugur dalam Perang

4. Honjo Masamune

Honjo Masamune, adalah pedang simbol Shogunat Tokugawa yang dibuat oleh Masamune, pembuat pedang terkenal di Jepang di awal abad 14. Pedang buatan Masamune sering dibandingkan dengan pedang buatan Muramasa, yang konon adalah bekas muridnya. Pedang Masamune melambangkan kedamaian sedangkan pedang Muramasa melambangkan haus darah. 


5. Muramasa

Muramasa Sengo (千子村正Sengo Muramasa) adalah seorang swordsmith terkenal yang mendirikan sekolah dan Muramasa tinggal selama periode Muromachi (abad ke-16) di Jepang.

Oscar Ratti dan Adele Westbrook mengatakan bahwa Muramasa "adalah swordsmith yang pandai tetapi kejam dan sakit-pikiran, yang tercemin pada bilah pedang buatannya... Pedang ini diyakini haus darah dan untuk mendorong prajurit mereka untuk melakukan pembunuhan atau bunuh diri. "

Ketika Ieyasu Tokugawa menjadi Shogun,pedang buatan Muramasa tidak lagi populer karena diyakini banyak membunuh orang-orang deket Ieyasu. 


6. The Wallace Sword

Pedang ini dimiliki Sir William Wallace (1270 – 1305), Seorang patriot dan ksatria Scotlandia yang melakukan perlawanan terhadapan penjajahan Inggris. Disebutkan bahwa pedang ini digunakan dalam the Battle of Stirling Bridge in 1297 dan the Battle of Falkirk (1298).

Panjang bilah pedangnya 132 cm, sedangkan panjang keseluruhannya termasuk pegangannya adalah 168cm. Lebar bilah pedangnya bervariasi, dekat pegangannya 2.25 inchi dan 0.75 di ujungnya. Berat pedangnya adalah 2.7kg. 


7. Tippu Sultan Sword

Pedang milik Sultan Fateh Ali Tipu (bahasa Urdu: فتۃ الی تیپو) November, 1750, Devanahalli – 4 Mei, 1799, Srirangapattana), juga dikenal dengan julukan Harimau dari Mysore, adalah penguasa de facto dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782 (di saat ayahnya wafat) sampai kematiannya di tahun 1799. 


8. Excalibur

Siapa sih yang ga kenal sama Excalibur. Pedang legendaris ini merupakan pedang kepunyaan Raja Arthur.Dan menurut legenda,pedang ini memiliki kekuatan ajaib yang memberinya hak memerintah Inggris. Dalam bahasa Wales pedang ini bernama Caledfwlch.

Nama Excalibur berasal dari bahasa Perancis kuno Excalibor, yang berasal dari bahasa Latin Caliburnus. Dalam legenda Arthur, ada dua cerita mengenai asal pedang ini. Yang pertama adalah legenda "Sword in the Stone", pertama muncul dalam puisi Robert de Boron Merlin, di mana Excalibur hanya dapat ditarik dari batu oleh orang yang berhak menjadi raja, yaitu Arthur.

Dalam versi kedua, yang muncul dalam Suite du Merlin, Arthur menerima Excalibur dari Lady of the Lake setelah pedang pertamanya rusak dalam pertempuran melawan raja Pellinore.
walaupun bentuk aslinya masih belum diketahui

9. Kusanagi
Sama dengan excalibur pedang ini tak ada yg tau pasti bentuknya
yang di bawah ini merupakan ilustrasi



Bagi masyarakat Jepang, Kusanagi merupakan pedang legendaris yang setara Excalibur. Nama lengkapnya Kusanagi-no-Tsurugi ("Grass Cutting Sword"). Menurut legenda, Pedang ini didapat oleh seorang dewa bernama Susanoo ketika sedang memotong ekor keempat dari seekor monster naga berkepala dan berekor delapan, Yamato-No-Orochi.

Kemudian dipersembahkan kepada dewi Ameterasu. Katanya pedang ini disimpan di Atsuta Shrine, tapi sampai sekarang blm ada seorang pun orang di luar kuil, kecuali kaisar, yang pernah melihat pedang ini.

  

Kisah Abu Nawas ‘melarang’ ruku dan sujud

Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantu-nya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar- syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. ”Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, ”Benar, Saudaraku.”

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, ”Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”

Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudara-ku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, ”Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!”

Abu Nawas tersenyum seraya berkata-, ”Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, ”Apa maksudmu? Ja-ngan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya.”

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, ”Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

”Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyuman, ”Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 Surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka ’fitnah’ (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.

Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun alRa-syid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan ”ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut de-ngan memutarbalikkan berita.

Kamis, 05 Agustus 2010

Manfaat Olahraga Bagi Kita

Dalam kehidupan modern saat ini banyak orang yang melupakan pentingnya olahraga untuk tubuh. Padahal olahraga merupakan cara untuk sehat yang paling murah dengan hasil yang mengagumkan untuk kebugaran badan. Selain itu olahraga dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun kita suka melakukannya baik siang maupun malam sesuai keinginan.
Berikut adalah beberapa manfaat olahraga untuk tubuh kita menurut Asosiasi Kebugaran di Inggris :
  • Meningkatkan kisaran gerak
  • Meningkatkan stamina
  • Melepaskan kecemasan
  • Meredakan kinerja seksual
  • Meredakan gejala menopause
  • Membantu mencegah penyakit jantung
  • Mencegah osteoporosis
  • Memperbaiki ketajaman mental
  • Memperbaiki konsentrasi
  • Mengurangi resiko kanker payudara
  • Memperbaiki pandangan hidup
  • Mengurangi nyeri radang sendi
  • Mengendalikan kolesterol
  • Membakar lemak
  • Mempercepat metabolisme
  • Menghilangkan gejala pra-menstruasi
  • Membantu kita berhenti merokok
  • Meredakan depresi
  • Mengurangi biaya hidup
  • Meningkatkan kepuasan kerja
  • Mengawetkan otot
  • Mengawetkan organ-organ internal (hati, ginjal)
  • Memperbaiki waktu reaksi
  • Memperbaiki kebugaran kardiovaskuler
  • Meningkatkan energi
  • Memperbaiki koordinasi saraf dan otot
  • Meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi
  • Mengurangi resiko glaukoma
  • Mengurangi resiko kanker usus besar
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi resiko kegemukan
  • Membakar kalori
  • Memperbaiki sembelit
  • Mencegah endometriosis
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi stres
  • Meningkatkan harga diri
  • Meningkatkan perasaan sejahtera
  • Meningkatkan kreativitas
  • Mengurangi absensi kerja
  • Meningkatkan produktivitas
  • Memperbaiki kelenturan
  • Memperbaiki peredaran darah
  • Meningkatkan mobilitas
  • Meningkatkan ingatan/mengurangi resiko pikun
  • Memperpendek waktu pemulihan sesudah sakit atau cedera
  • Meningkatkan kesehatan punggung
  • Tidur nyenyak
  • Memperpanjang hidup
Agar kita bugar dan "berisi" serta menjamin kecepatan metabolisme tidak turun dan peredaran darah tidak melambat disarankan melakukan olahraga 30 menit sehari. Olahraga yang reguler dan dilakukan lebih sering akan lebih baik daripada olahraga selama 3 jam namun 2 minggu sekali atau lebih. Olahraga yang jarang ini membuat kita cepat lelah. selain itu manfaat diatas tidak akan kita dapatkan apabila olahraga jarang kita lakukan. Untuk itu mulailah olahraga kecil-kecilan agar kita terbiasa untuk berolahraga..

Menyikapi Masalah dari Sudut Pandang (Sisi) yang Berbeda

Mengeluh, meratapi nasib yang begini-begini saja, atau mungkin berputus asa. Semua itu sebenarnya tidak penting membuang-buang waktu dan energi kita saja. Lebih baik terus berusaha berjuang dan bekerja lebih giat lagi serta berdoa dan percaya kepada Allah bahwa semua doa-doa kita didengar olehNya, karena Dia Maha Mengetahui dan Maha Mendengar serta ikhlas dan bersyukur dengan apa yang diberikan olehNya dan kelak Dia akan membalas semua doa-doaku. Amin.

Belajar menyikapi masalah dari sisi yang berbeda adalah bersyukur.

Bersyukur?? yaph, aku terkadang lupa dengan makna kata yang 1 ini, Bersyukur dari hal yang kecil tapi besar manfaatnya aku pelajari 1 demi 1 dengan cara melihat ke bawah dalam hal duniawi (ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung dari aku). Alhamdulillah teman-teman dan someone yang paling aku cintai di dunia ini selain ibuku, juga selalu memberi semangat dan meresepon dengan positif tentang cerita-ceritaku.

Seperti halnya tentang kehidupan yang aku jalani sekarang ini, aku harus belajar mensyukuri dan menyikapinya dari sisi yang berbeda dengan cara bersyukur, bersyukur bahwa aku di percaya oleh Allah untuk jadi tulang punggung keluarga dan itu berarti aku belajar serta melatih diri untuk menjadi pemimpin (kelak kalau berumah tangga, amin).

Sekarang aku menganggap yang terjadi dalam hidupku dan hidup orang lain adalah sebuah ujian, kenapa bisa? Teringat oleh kata-kata Pak Ustad bahwa "orang miskin dan orang kaya sama, dalam artian mereka sama-sama sedang diuji. Yang miskin diuji dengan kemiskinannya dan yang kayapun demikian".

Sekarang, aku tarik sedikit kesimpulan bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bahwa Allah masih Mengasisi dan Menyayangi aku. Mungkin kalau aku diuji dengan kekayaan aku belum siap menjalani cobaan dengan kekayaan (harta). Dan suatu masalah jika kita hadapi dengan hati yang iklas dan bersyukur serta bisa menyikapi masalah tersebut dari sisi yang berbeda akan terasa mudah dijalani.

Rabu, 04 Agustus 2010

BeLaJaR DaR! aLaM

Anda pernah mendengar kalimat “ kabar Angin ?” yang berarti suatu kebohongan. Kebohongan itu datangnya dari manusia bukan dari angin. Sebenarnya angin mempunyai sifat jujur. Kemanapun ia bertiup, ia akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Apabila saat berhembus dan melewati binatang mati yang sudah menjadi bangkai dan menimbulkan bau tak sedap, ia akan membawa bau itu kepada siapa saja yang ia temui.

Begitu juga dengan bau harum, apabila ia melewati sekuntum bunga yang tengah mekar, ia pasti akan mengabarkan pada semua orang tentang keharuman bunga tersebut. Tidak ada yang ditutup-tutupi, kenyataan harus dikatakan walau itu menyakitkan. Sebagai manusia , kita seharusnya malu. Kalau angin saja dapat berkata jujur, kenapa kita tidak ?

1. BINTANG YANG RENDAH HATI
Malam hari rasanya tidak lengkap tanpa taburan bintang-bintang di langit. Dari kejauhan ia kelap-kelipkan cahayanya dan membuat malam menjadi lebih indah.

Penah dengar kalimat bintang film, bintang lapangan atau bintang pelajar ? Julukan-julukan itu diberikan pada orang-orang yang besar dan hebat serta lebih dari yang lainnya. Lain halnya dengan bintang yang ada dilangit, meskipun ia besar dan bahkan mungkin lebih besar dari bumi dan matahari, namun ia tidak mau menampakkan diri. Ia cukp memberiakn cahanya dari kejauhan dan tak ingin dikenal semua orang.

Ia hanya menjadi orang dibelakang panggung, biarlah mausia menikmati cahayanya. Ia tidak mau menjadi sombong karena telah membuat malam hari menjadi indah. Setiap manusia cendrung ingin dikenal, dipuji dan disanjung. Apalagi setelah memberikan pertolongan kepada orang lain. Bahkan sampai disiarkan media massa.

Jadiah seperti bintang yang rendah hati, karena didalam kerendahan itu terdapat sanjungan, pujian dan keterkenalan yang sebenarnya.

2. BEBEK YANG TEGUH
 Bebek bisa ngomong...kwkwkwkwkw  Seekor bebek tengah berenang di sebuah danau yang sejuk. Ia menyelam dan timbul lagi. Meskipun seluruh tubuh mungilnya masuk ke air namun tak sediktipun bulu-bulu halusnya basah. Berkali-kali ia menyelam, tetap saja tidak basah. Semakin dalam dan lama ia menyelam, ia tetap kering.

Dalam kehidupan ini, air danau ibarat sebuah lingkungan dan bebek adalah manusia. Walaupun kita berada di lingkungan yang rusak sekalipun, bila kita tetap berpegang teguh pada kebenaran, maka tidak sedikitpun lingkungan yang rusak dan kotor itu dapat mempengaruhi kita. Jadilah seperti bebek yang teguh, walaupun segarnya air danau menariknya untuk berenang, namun ia tetap kering dan tidak basah sedikitpun.

3. AIR YANG MENGALIR KE BAWAH
Tuanglah segelas air, kemudian perhatikan kemana ia mengalir. Sudah pasti jawabannya adalah ke tempat yang lebih rendah. Pernahkah Anda melihat air mengalir ke tempat yang lebih tinggi ? Tentu tidak, di manapun ia berada, air selalu pergi ke tempat yang lebih rendah.

Begitu juga dengan manusia, apabila ia selalu melihat pada orang yang lebih beruntung, maka hidupnya tidak akan tenang. Melihat tetangga punya mobil baru, tidak bisa tidur. Karena ingin juga beli mobil yang lebih hebat dari milik tetangga.

Namun ada juga manusia yang bersifat seperti air, ia selalu melihat ke bawah di mana masih banyak orang yang lebih susah dari dirinya. Manusia yang bersifat seperti air ini, hidupnya akan tenang karena ia selalu menyukuri apa yang Tuhan berikan padanya.

Manusia yang selalu melihat ke bawah tidak akan merasa sedih bila ada tetangganya yang beli mobil baru. Karena dalam pikirannya, ia merasa masih beruntung bisa beli sepeeda motor sedangkan masih banyak manusia yang harus berdesak-desakan naik bis kota, atau berjalan kali. Berlakulah seperti air, mensyukuri apa yang Tuhan berikan pada kita, maka kelak Tuhan akan menambahnya.

4. POHON YANG BERSATU
Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, bahkan kembar identikpun pasti memiliki perbedaan. Perbedaan itu membuat hidup menjadi lebih beragam dan berwarna. Apa jadinya bila semua manusia di dunia sama ? tentu hidup ini akan terasa monoton dan hambar.

Tapi ingat !!! berbeda boleh saja asal perbedaan itu tidak menjadi boomerang bagi persatuaan. Banyak sudah contohnya, penjarahan yang diakibatkan perbedaan status social, pertempuran antar warga akbat perbedaan suku. Bahkan perbedaan tata cara beribadah dalam suatu agama sering menimbulkan perpecahan.

Dalam menanggapi sebuah perbedaan, kita harus selalu melihat kebelakang. Seperti sebuah pohon, dari satu batang akan tumbuh beberapa cabang, dari cabang-cabang itu akan tumbuh beberapa ranting. Semakin banyak cabangnya, semakin indah dan banyak pula buah yang dihasilkan.

Batang pohon itu tidak pernah melarang cabang-cabang dan rating-ranting itu bergerak. Mereka pergi kemana mereka suka. Tapi satu hal yang harus diingat, untuk dapat tetap hidup dan menghasilkan buah, cabang-cabang dan ranting itu membutuhkan zat makanan yang diperoleh dari akar dan dialirkan melalui batang. Jadi, walaupun berbeda bentuk dan fungsinya, mereka menyadari bahwa perbedaan bentuk dan fungsi itu dapat digunakan untuk memperoleh tujuan dan kebahagiaan bersama, bukan tujuan batang, atau ranting saja.

Begitu juga dengan manusia, perbedaan yang dimiliki harus membuat kita sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang mampu melakukan segalanya sendiri. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Seperti sebuah pohon, kita dapat saling melengkapi dalam mencapai tujuan hidup. Jadilah seperti pohon yang menjadikan perbedaan itu sebuah kelebihan.


5. GELAS YANG TIDAK SERAKAH
Memang sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang di miliki. Sudah punya satu, ingin dua, ingin tiga, dan seterusnya. Kadang semua itu membuat kita lupa bahwa dunia ini tidak abadi dan di dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain.

Apapun bentuknya, berlebihan itu tidak akan membawa kebaikan. Terlalu banyak makan akan membuat perut sakit, terlalu banyak harta akan membuat hidup tidak tenang, kemana harta ini harus di simpan agar tidak dirampok.

Seperti sebuah gelas kosong yang dituangkan air, mula-mula terisi seperempat, setengah, lalu duapertiga dan akhirnya penuh. Bila kita terus menuangkan air, maka gelas itu tidak akan berubah menjadi lebih besar agar dapat menampung semua air. Gelas itu tidak akan memaksa dirinya, karena ia sudah merasa cukup, yang dibutuhkan hanya seukuran dengan besarnya. Kelebihan itu akan ia bagikan pada yang lainnya, karena ia tidak serakah.

Alangkah indahnya hidup ini jika manusia tidak serakah. Mereka hanya mengambil apa yang dibutuhkan dan memberikan kelebihannya pada yang lain. Seperti sebuah gelas yang tidak serakah.